RSS

Silase Jagung (Pakan Alternatif untuk Ternak Sapi Perah)

24 Jul

     Silase merupakan salah satu teknik pengawetan Hijauan Makannan Ternak (HMT). Prinsip teknologi pengolahan HMT ini adalah dengan melakukan langkah fermentasi, sehingga lebih kaya akan nutrisi dan lebih mudah dicerna oleh ternak. Selain meningkatkan kualitas pakan, silase juga bertujuan untuk proses pengawetan pakan.

     Salah satu HMT yang dijadikan silase adalah jagung. Silase jagung dapat dijadikan pakan alternatif di musim kemarau. Dan yang lebih menguntungkan lagi bagi peternak silase ini bisa disimpan dalam waktu 3-6 bulan. Pada prinsipnya dasar pembutan silase adalah menciptakan terjadinya kondisi anaerob (kondisi asam) didalam silo (tempat pembuatan silase).

Cara pembuatan silase :

  • Daun dan batang jagung yang berumur 90 -100 hari (lebih bagus), dicacah dengan panjang 10- – 50 mm. Selain untuk menyergamka ukuran Pencacahan ini juga bertujuan mengurangi kadar air.
  • Pembuatan silase di lakukan didalam silo yang dapat terbuat dari kantong plastik bagian dalam dan karung plastik untuk bagian luar. Atau bisa juga dengan menanam drum didalam tanah. Hal ini bertujuan untuk mendapatan susana yang anaerob.
  • Proses fermentasi memerlukakan starter untuk merangsang pertumbuhan bakteri asam laktat. Starter bisa berupa molases, gula pasir atau gula merah. Prnggunaan starter sebanya 10% dari berat hijaun. Dan dapat pula ditambahkan bahan kimia EM-4 secukupnya.
  • Semua bahan dcampur dengan merata. Setelah betul-betul rata campuran ini dimasukkan kedalam silo sedikit demi sedikit. Setelah padat dan penuh tutup dan tekan agar udara di dalam silo keluar. Ikat atau tutup silo sampai tidak ada lagi gelembung udara (kondisi anaerob) di dalam silo .
  • Waktu penyimpanan dan proses fermentasi terjadi selama 3 minggu (21 hari) setelah itu silase siap untuk digunakan, masa penyimpanan silase ini selama 3 – 6 bulan setelah panen.

     Kriteria silase yang baik adalah rasa dan bau asam tapi harum., warna masih kelihatan hijau, pH rendah, tekstur hijauan masih terlihat jelas, tidak berjamur, berlendir dan tidak menggumpal.

2014-07-24-09-35-35_deco

  Sebelum diberikan kepada ternak silase sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu. Pemberian kepada ternak dalam 1 hari cuma boleh dibuka 1 kali (untuk makan pagi dan sore dikeluarkan dari dalam silo bersama-sama).

    Ternak yang belum terbiasa makan silase diberikan sedikit demi sedikit, dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan. Jika sudah terbiasa dapat diberikan secara dengan kebutuhan.

Selamat mencoba ^_^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 24, 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: